Puring Kencana - Kapuas Hulu (jalan kaki ke negara sebelah)

Kecamatan puring kencana, kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat masih terasa asing jika kita berbicara mengenai lokasi perbatasan atara dua Negara, Indonesia dan Malaysia, tidak setenar daerah perbatasan lain seperti seperti Entikong, Malinau, dsb. Tapi apa yang saya lihat di tempat ini? check this out (anw, saya udah jalan kaki dari Indonesia ke Malaysia melewati buki-lembah-sungai-hutan lho..hahahaha). Ini jalur perjalanan Saya melewati Sungai Kapuas Hulu - Taman Nasional Danau Sentarum - nyasar ke negara sebelah.. :))

Pada awal bulan Maret 2011, saya bersama tim ekspedisi identifikasi keberadaan kawasan bernilai konservasi tinggi dari Fakultas Kehutanan IPB sempat mengunjungi, bahkan singgah beberapa malam di kecamatan ini. Di tempat ini memberlakukan dua jenis mata uang, yaitu Rupiah Indonesia (IDR) dan Ringgit Malaysia (MRGT). Bukan hanya itu, dalam bentuk barang-barang, seperti tabung gas elpiji, rokok, tv, kendaraan bermotor dan barang-barang rumah tangga lainnya juga banyak yang berasal dari Negara tetangga Indonesia ini.

Baiklah, mari kita lihat berapa cerita yang masih bisa saya ingat saat menulis tulisan ini yang akan tempak lebih mudah bagi saya untuk menjabarkannya menjadi beberapa bagian.
1. Perjalanan menuju Puring Kencana, Kapuas Hulu
Secara singkat, perjalanan menuju lokasi ini saya urutkan dari Bogor – Jakarta – Pontianak – Sintang – Kapuas Hulu (3 hari 3 malam perjalanan). Di Kapuas Hulu, kami mengunjungi dua lokasi studi, yaitu yang pertama di Kecamatan Semitau, dan yang ke dua di Kecamatan Puring Kencana. Untuk menuju Kecamatan Puring Kencana dari Sintang – Kecamatan Semitau, dilalui dengan jalur trasportasi air di Sungai Kapuas. Sepanjang jalur yang dilewati, terdapat beberapa lokasi permukiman di tepi sungai terpanjang di Pulau Kalimantan ini. Satu hal yang paling berkesan ialah saat masuk ke jalur transportasi di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum.

2. Selamat datang di Kecamatan Puring Kencana
Saat tiba di Kecamatan ini, sekilas keadaannya sama seperti daerah pelosok Borneo lainnya, seperti Rumah Betang / Rumah Panjang, perempuan dayak yang cantik, Mandau, berladang, jalur darat yang ekstrim, dan tentunya keramahan alam Indonesia yang selalu indah di mata saya.

4. Alam perbatasan
 5. Dilema
Tidak sedikit dari warga di sana yang sebenarnya lebih memilih menjadi warga negara Malaysia. Bahkan sempat ada wacana dari warga untuk memindahkan pal batas negara agar desa tersebut masuk ke dalam wilayah Malaysia. Pertimbangannya cukup sederhana tetapi tampak begitu kompleks. Tentang kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan beberapa fasilitas lain seperti keperluan rumah tangga, komunikasi dan hiburan, lebih mudah didapatkan dari negara tetangga Indonesia ini. Bahkan tidak jarang pemerintah Malaysia memberikan bantuan langsung kepada masyarakat di desa ini. Satu hal yang paling terasa saat saya di sana ialah tentang kesehatan. Perahu motor pada gambar di atas sedang mengangkut warga yang sakit untuk dibawa ke rumah sakit terdekat, yaitu di Kabupaten Sintang. Bayangkan, harus menempuh waktu hingga 1 hari, belum lagi jika cuaca yang tidak mendukung.
Akan tetapi, dari semua kekurangan yang didapatkan warga dari pemerintahan kita ini, kepala adat / desa tetap berpegang teguh terhadap kesatuan NKRI. Apapun harus dipertahankan dan diperjuangkan untuk terus menjaganya karena beliau sadar bahwa mereka juga bisa jadi barisan terdepan dan terluar di negeri ini dengan  semua kekurangan itu.



Indonesia, look at here. This is our part. we always forgoten a small thing, highly small thing important.
Mudah-mudahan pembangunan di negeri ini merata dan berkesinambungan dengan keselarasan bersama lingkungannya.




Komentar

  1. Abang syapandi4 November 2011 18.29

    Betul bang,masa di desa kami SMA pun gak ada,kami terpaksa sekolah ke putussibau atau sintang.

    BalasHapus
  2. dear syapandi,
    apapun, kita mesti tetap semangat belajar terus. kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun itu..
    penduduk di sana sangat ramah dan saya sangat berterimakasih.. :)

    BalasHapus
  3. Salam kenal mas arif
    saya hasan, boleh minta kontaknya ga buat tanya2 sdkit tentang puring kencana? kebetulan saya sedang mencari informasi tentang daerah ini. tks

    BalasHapus
  4. salam kenal juga mas..
    bisa via email / YM
    arifprasetyo98@yahoo.com

    BalasHapus
  5. halo mas arif. makasi infonya..
    mau tanya donk, di daerah ini endemik penyakit apa ya?
    saya sedang mencari data/bahan penelitian ttg desa ini.
    terima kasih

    BalasHapus
  6. Saat saya bersama rekan-rekan saya datang ke sana, dan bertanya kepada beberapa penduduk, ada 2 tipe penyakit yg relatif sering diderita oleh mereka, yaitu ISPA dan penyakit yg diakibatkan oleh nyamuk (malaria, DBD)

    BalasHapus
  7. boleh minta rute ke kapuas hulu dari jakarta pak, saya dan beberapa teman ingin jalan2 kesana, kalau bisa sekalian perincian dana dan estimasi waktunya..
    terimakasih pak

    BalasHapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

upload peta ke GPS

ArcBruTile - Tile Services in ArcGIS Desktop

Surya Kencana dari Papua